Bontang – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperluas implementasi Program Agrosolution sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui solusi pertanian yang terintegrasi. Komitmen tersebut ditandai dengan tanam perdana padi di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Komisaris Pupuk Kaltim, Azis Samual, mengatakan Agrosolution merupakan pendekatan pertanian yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor, khususnya melalui sinergi antarbadan usaha milik negara (BUMN). Program ini tidak hanya menyediakan pupuk berkualitas, tetapi juga memberikan kemudahan akses sarana produksi, edukasi pemupukan, serta pendampingan budidaya secara berkelanjutan.
“Melalui pendekatan yang terintegrasi, kami ingin membangun pertanian yang lebih tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Inovasi serta kolaborasi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing sekaligus kesejahteraan petani,” ujar Azis.
Pada pelaksanaan di Kubu Raya, Program Agrosolution melibatkan 65 petani yang tergabung dalam tiga kelompok tani dengan total luas lahan mencapai 63 hektare. Pupuk Kaltim memberikan pendampingan pengelolaan lahan secara berkala, termasuk rekomendasi pemupukan menggunakan Nitrea Granul dan Ecofert yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus menjaga kesuburan lahan pertanian secara berkelanjutan. Berdasarkan pelaksanaan Agrosolution di berbagai daerah sebelumnya, pendekatan serupa terbukti mampu meningkatkan hasil panen pada sejumlah komoditas.
“Saat petani mendapatkan pendampingan yang tepat serta pemupukan sesuai kebutuhan tanaman, produktivitas akan meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan mereka,” kata Azis.
Ia menegaskan, peningkatan produktivitas pertanian tidak cukup hanya melalui penyediaan pupuk. Dibutuhkan ekosistem pertanian yang mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi petani, mulai dari budidaya hingga pemasaran hasil panen.
Karena itu, Agrosolution dirancang menghubungkan seluruh rantai pertanian dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan petani.
“Program ini merupakan bagian dari komitmen Pupuk Kaltim sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Ke depan, Pupuk Kaltim berkomitmen memperluas implementasi Agrosolution ke berbagai wilayah dan komoditas strategis lainnya guna mendorong lahirnya ekosistem pertanian yang semakin modern, produktif, dan berkelanjutan.
“Tanam perdana di Kecamatan Sungai Kakap menjadi langkah awal untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kubu Raya sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Azis.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi, menyambut baik pelaksanaan Program Agrosolution dan mengapresiasi dukungan Pupuk Kaltim terhadap pengembangan sektor pertanian di daerahnya.
Menurut Agus, kesejahteraan petani tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga dipengaruhi harga jual hasil panen yang layak.
“Kita tidak bisa menjadikan petani sejahtera apabila pada saat mereka panen nilai jualnya tidak bagus,” tegasnya.
Ia juga menyoroti ancaman alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Sungai Kakap yang terus meningkat seiring perkembangan kawasan penyangga Kota Pontianak. Saat ini, lahan pertanian produktif yang tersisa di wilayah tersebut sekitar 63 hektare.
Menurutnya, menjaga keberlanjutan lahan pertanian harus dibarengi dengan kepastian ketersediaan pupuk, benih berkualitas, dan harga gabah yang menguntungkan petani. Saat ini harga gabah di wilayah tersebut masih berada di kisaran Rp6.000 per kilogram atau di bawah harapan petani.
“Jika pupuk tersedia, benih berkualitas, dan harga gabah terjaga, petani akan tetap semangat mempertahankan lahannya sebagai lahan pertanian,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Baru Muncul yang merasakan manfaat langsung Program Agrosolution. Menurutnya, pendampingan yang diberikan membuat petani lebih percaya diri dalam mengelola lahan dan meningkatkan produktivitas.
“Program Agrosolution sangat membantu kami. Kami tidak hanya memperoleh pupuk, tetapi juga mendapatkan pendampingan dalam mengelola lahan sehingga semakin optimistis meningkatkan hasil panen. Harapan kami program ini terus berlanjut agar semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Melalui Program Agrosolution, Pupuk Kaltim menghadirkan pendampingan yang mencakup penyediaan sarana produksi, akses pembiayaan, teknologi budidaya, hingga dukungan pemasaran melalui jaminan pembelian hasil panen. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, perusahaan optimistis produktivitas pertanian di Kubu Raya akan terus meningkat sekaligus menjaga keberlangsungan lahan pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah maupun nasional.













