Samarinda — Minimnya pemahaman masyarakat terhadap dunia politik dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kota Samarinda. Kondisi tersebut mendorong DPRD Samarinda mengusulkan pentingnya pendidikan politik dikenalkan sejak usia sekolah agar generasi muda tidak memandang politik hanya dari sisi negatif semata.
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan persepsi buruk terhadap politik selama ini muncul karena masyarakat belum memahami secara utuh fungsi dan peran politik dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, berbagai keputusan yang menyangkut kepentingan publik pada dasarnya lahir dari proses politik, mulai dari kebijakan pendidikan, pelayanan masyarakat, hingga aturan pemerintahan.
“Sering kali politik dianggap identik dengan hal-hal negatif. Padahal, hampir semua kebijakan yang dirasakan masyarakat berasal dari proses politik,” ujarnya, Jumat (29/5/2026)
Samri menilai pemahaman mengenai demokrasi dan sistem pemerintahan perlu diberikan lebih awal kepada pelajar agar mereka memiliki cara pandang yang lebih terbuka terhadap dinamika politik di Indonesia.
Ia menekankan, pendidikan politik tidak harus disampaikan dalam bentuk materi yang rumit, melainkan cukup mengenalkan konsep dasar mengenai demokrasi, hak masyarakat, serta pentingnya partisipasi publik dalam pemerintahan.
“Anak-anak cukup diperkenalkan bagaimana demokrasi berjalan, bagaimana kebijakan dibuat, dan kenapa masyarakat perlu ikut berpartisipasi,” katanya.
Karena itu, DPRD Samarinda mendorong agar pendidikan politik dapat masuk ke lingkungan sekolah, khususnya pada jenjang SMP dan SMA, dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan usia pelajar.
Selain untuk meningkatkan pemahaman demokrasi, langkah tersebut juga dinilai penting di tengah derasnya perkembangan informasi digital yang semakin sulit disaring masyarakat.
Samri menyebut generasi muda saat ini hidup dalam arus informasi yang sangat cepat, sehingga tanpa bekal literasi politik yang memadai, mereka berpotensi mudah terpengaruh informasi yang keliru maupun provokatif.
“Di era digital sekarang, informasi sangat mudah tersebar. Kalau tidak punya pemahaman yang baik, masyarakat bisa mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan literasi politik bukan sekadar membentuk pemilih dalam pemilu, tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih kritis, rasional, dan mampu terlibat secara sehat dalam kehidupan demokrasi.
DPRD Samarinda berharap pendidikan politik sejak dini dapat menjadi salah satu langkah membangun kesadaran generasi muda agar lebih aktif memahami persoalan publik serta mampu berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Adv)













