AdvertorialSamarinda

Kamaruddin Dorong Lahan Tidur Jadi Sumber Pangan dan Penghasilan Warga Samarinda

×

Kamaruddin Dorong Lahan Tidur Jadi Sumber Pangan dan Penghasilan Warga Samarinda

Sebarkan artikel ini
Kamaruddin Anggota Komisi II DPRD Samarinda

SAMARINDA — Lahan yang belum diolah menyimpan peluang bagi penyediaan pangan dan penghasilan masyarakat Samarinda. Namun, menurut Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Kamaruddin, peluang tersebut belum ditopang saluran irigasi dan pengairan yang memadai.

Ia meminta Pemerintah Kota Samarinda mengarahkan pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian yang dapat dikelola masyarakat. Penyiapan lahan perlu berjalan bersama pembangunan sarana pendukung agar warga dapat mengembangkan usaha tani.

Kamaruddin juga menyoroti aktivitas pertambangan ilegal yang disebutnya berada di sejumlah kawasan berpotensi pertanian. Ia menilai pemanfaatan kawasan tersebut semestinya diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Sebagian besar malah banyak tambang-tambang ilegal di situ. Seharusnya dibuat percetakan sawah dan dikelola masyarakat. Banyak lahan tidur tapi tidak diproduktifkan,” kata Kamaruddin, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, ketersediaan lahan perlu diikuti kesiapan infrastruktur. Tanpa dukungan pengairan, masyarakat menghadapi keterbatasan untuk mengolah lahan secara maksimal.

Ia menilai sejumlah rencana pembangunan infrastruktur pertanian belum terlihat realisasinya di lapangan. Sementara itu, fasilitas pengairan yang tersedia disebut masih minim dan belum berfungsi optimal.

“Sampai sekarang belum muncul, baru wacana dan perencanaan belum berjalan. Harusnya ada saluran irigasi dan pengairan. Ada sih, ada, hanya sangat minim sekali dan tidak maksimal,” ujarnya.

Karena itu, Kamaruddin meminta Pemkot Samarinda menindaklanjuti perencanaan dengan pelaksanaan. Dukungan tersebut mencakup penyiapan lahan produktif, pembangunan sistem pengairan, serta pendampingan kepada masyarakat yang mengelolanya.

Ia mengaitkan pengembangan pertanian dengan upaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari daerah lain. Meski demikian, Kamaruddin mengakui kemampuan produksi lokal belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan warga, terutama beras.

Peluang yang dinilainya masih terbuka berada pada komoditas hortikultura. Sayuran seperti kangkung dan sawi disebut berpotensi memenuhi kebutuhan masyarakat dari produksi di Samarinda sendiri.

“Jadi yang jelas Samarinda belum bisa dijadikan ketahanan pangan, seperti beras. Tetapi kalau untuk sayur-mayur seperti kangkung, sawi dan sebagainya masih bisa tercukupi di sini,” katanya.

Menurut Kamaruddin, peluang tersebut perlu didukung pemanfaatan lahan yang lebih terarah. Penguatan pertanian diharapkan dapat menambah pasokan pangan sekaligus membuka sumber pendapatan bagi warga.

Ia berharap pembangunan pengairan dan pendampingan masyarakat berjalan seiring dengan pengolahan lahan. Dengan dukungan itu, lahan yang selama ini belum produktif dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat Samarinda. (Adv)