AdvertorialSamarinda

Rohim Tegaskan ASN Bebas Memilih Ikut Parkir Berlangganan

×

Rohim Tegaskan ASN Bebas Memilih Ikut Parkir Berlangganan

Sebarkan artikel ini
Abdul Rohim Anggota Komisi II DPRD Samarinda

SAMARINDA — Informasi mengenai dugaan pemotongan gaji aparatur sipil negara (ASN) sebesar Rp400 ribu untuk parkir berlangganan mendapat tanggapan Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan ASN dalam program tersebut bersifat sukarela.

Menurut Rohim, pegawai pemerintah menjadi kelompok yang pertama kali diperkenalkan dengan skema parkir berlangganan. Namun, langkah itu tidak berarti seluruh ASN harus mendaftar.

“Keikutsertaan dalam program ini tetap berdasarkan pilihan masing-masing. ASN yang berminat dapat mendaftar, sementara yang belum ingin bergabung juga tidak ada kewajiban untuk ikut,” tegasnya, Selasa (6/10/2026).

Rohim juga meminta Pemerintah Kota Samarinda menjelaskan manfaat ekonomi program secara lebih terbuka dan mudah dipahami. Warga perlu memperoleh gambaran mengenai perbandingan biaya berlangganan dengan pengeluaran parkir reguler selama satu tahun.

Perbandingan tersebut, menurutnya, penting agar keputusan mengikuti program didasarkan pada kebutuhan. Masyarakat dapat menilai apakah biaya yang dibayarkan sebanding dengan penggunaan fasilitas parkir dalam aktivitas sehari-hari.

“Pemerintah perlu memberikan gambaran yang utuh. Jangan sampai masyarakat hanya melihat nominal yang harus dibayar tanpa memahami perbandingan biaya yang mungkin dikeluarkan selama setahun jika menggunakan sistem parkir reguler,” jelasnya.

Rohim menyebut pemerintah pernah menyampaikan perhitungan bahwa pengeluaran parkir reguler selama setahun berpotensi lebih besar daripada biaya berlangganan. Meski demikian, dasar perhitungan itu perlu dijelaskan lebih luas agar masyarakat memahami manfaat yang ditawarkan.

Penjelasan biaya juga perlu disertai rincian lokasi dan layanan yang masuk dalam cakupan program. Dengan informasi tersebut, calon peserta dapat mempertimbangkan apakah fasilitas yang tersedia sesuai dengan tempat dan frekuensi mereka menggunakan layanan parkir.

Menurut Rohim, keterbukaan informasi akan membantu mengurangi persepsi yang keliru mengenai program. Masyarakat, termasuk ASN, perlu diberi ruang untuk menentukan pilihan setelah memahami biaya, cakupan layanan, dan manfaatnya.

Ia berharap minat mengikuti parkir berlangganan tumbuh seiring dengan pelayanan yang baik. Kepastian layanan dan perhitungan biaya yang jelas menjadi dasar bagi warga untuk menilai keuntungan program tersebut. (Adv)