AdvertorialSamarinda

Krisis Guru di Samarinda, Novan : Fokus Maksimalkan SDM yang Ada

×

Krisis Guru di Samarinda, Novan : Fokus Maksimalkan SDM yang Ada

Sebarkan artikel ini
Novan Syarohnny Pasie Ketua Komisi IV DPRD Samarinda.

Samarinda – Di tengah keterbatasan jumlah tenaga pendidik, DPRD Samarinda mendorong pemerintah kota untuk memaksimalkan sumber daya yang ada sebagai langkah strategis jangka pendek.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menyebut kekurangan guru merupakan persoalan klasik yang terjadi secara nasional, sehingga diperlukan upaya adaptif di tingkat daerah.

“Kalau kita lihat, keterbatasan guru ini memang masalah klasik, bahkan secara nasional,” ujarnya, Senin (27/4/2026)

Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah kota adalah mengalihkan aparatur sipil negara (ASN) dari organisasi perangkat daerah (OPD) lain yang memiliki kualifikasi untuk menjadi tenaga pendidik.

“Kalau ada ASN di OPD lain yang memenuhi spesifikasi untuk menjadi guru, itu bisa dialihkan,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan kompetensi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar mampu memenuhi standar sebagai guru.

“Kita manfaatkan potensi yang ada dengan meningkatkan kompetensi PPPK, supaya mereka secara kualifikasi bisa menjadi guru,” jelasnya.

Novan menekankan bahwa profesi guru tidak bisa diisi secara sembarangan karena membutuhkan standar kompetensi tertentu.

“Bicara guru itu soal kualifikasi. Tidak sembarang orang bisa jadi guru, harus memenuhi kompetensi,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga mengakui adanya kendala dalam proses rekrutmen yang masih bergantung pada mekanisme pusat, termasuk koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kita punya kendala, karena dalam perekrutan tidak serta merta bisa dilakukan oleh pemerintah daerah,” katanya.

Meskipun kemampuan anggaran daerah dinilai mencukupi, jumlah penambahan tenaga pendidik masih belum signifikan karena sebagian besar hanya menggantikan guru yang pensiun.

“Beberapa waktu lalu memang ada rekrutmen sekitar 200 orang, tapi itu masih kurang. Karena kita hanya menutup yang pensiun,” ujarnya.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik yang sudah ada sebagai solusi paling realistis saat ini.

“Yang ada sekarang harus dimaksimalkan, terutama dari sisi kompetensi. Itu yang perlu di-upgrade,” pungkasnya. (Adv)