SAMARINDA – Potensi pengembangan pertanian di Kota Samarinda dinilai masih terbuka lebar. DPRD Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota memaksimalkan pemanfaatan lahan yang selama ini belum produktif agar dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan pangan daerah.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Kamaruddin, mengatakan masih terdapat sejumlah kawasan yang berpotensi dikembangkan untuk kegiatan pertanian. Namun, sebagian lahan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
Ia bahkan menyoroti adanya kawasan yang justru digunakan untuk aktivitas pertambangan ilegal. Menurutnya, pemanfaatan lahan semestinya diarahkan pada kegiatan yang lebih produktif dan memberikan manfaat jangka panjang kepada masyarakat.
“Sebagian besar malah banyak tambang-tambang ilegal di situ. Seharusnya dibuat percetakan sawah dan dikelola masyarakat. Banyak lahan tidur tapi tidak diproduktifkan,” kata Kamaruddin, Sabtu (29/8/2026)
Menurutnya, pengembangan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan lahan. Pemerintah juga harus menyiapkan infrastruktur pendukung, terutama jaringan irigasi dan sistem pengairan yang memadai.
Kamaruddin menilai keterbatasan sarana tersebut masih menjadi salah satu hambatan bagi masyarakat untuk mengembangkan lahan pertanian secara maksimal. Sejumlah rencana pembangunan infrastruktur pertanian, kata dia, belum sepenuhnya terlihat realisasinya di lapangan.
“Sampai sekarang belum muncul, baru wacana dan perencanaan belum berjalan. Harusnya ada saluran irigasi dan pengairan. Ada sih, ada, hanya sangat minim sekali dan tidak maksimal,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta Pemkot Samarinda tidak berhenti pada tahap perencanaan. Kebijakan pengembangan pertanian perlu diikuti langkah nyata, mulai dari pembukaan lahan produktif, pendampingan kepada masyarakat hingga pembangunan sistem pengairan.
Menurut Kamaruddin, penguatan sektor pertanian juga penting untuk mengurangi ketergantungan Samarinda terhadap pasokan pangan dari daerah lain. Meski demikian, ia mengakui kemampuan produksi pangan Samarinda saat ini belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.
Terutama untuk komoditas beras, Samarinda dinilai belum dapat sepenuhnya mengandalkan produksi lokal. Namun, peluang untuk memenuhi kebutuhan sejumlah komoditas hortikultura masih cukup besar.
“Jadi yang jelas Samarinda belum bisa dijadikan ketahanan pangan, seperti beras. Tetapi kalau untuk sayur-mayur seperti kangkung, sawi dan sebagainya masih bisa tercukupi di sini,” pungkasnya.
DPRD Samarinda berharap pengembangan lahan pertanian dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan pemanfaatan lahan yang lebih terarah, sektor pertanian dinilai masih memiliki ruang untuk berkembang di tengah pesatnya pembangunan Kota Samarinda. (Adv)













