SAMARINDA – Pengembangan sektor pariwisata di Kota Samarinda dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada jumlah kunjungan. Pemerintah juga perlu mendorong wisatawan agar tinggal lebih lama sehingga belanja mereka dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, mengatakan peningkatan lama kunjungan wisatawan penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga perdagangan.
Pria yang akrab disapa Dovi itu menilai salah satu tantangan pemerintah saat ini adalah keterbatasan anggaran untuk membangun destinasi wisata baru.
“Pemerintah memang menghadapi tantangan untuk membangun destinasi wisata baru,” kata Dovi, Kamis (27/8/2026).
Meski demikian, menurutnya keterbatasan fiskal tidak boleh membuat pengembangan pariwisata berhenti. Pemerintah perlu mencari strategi lain agar penambahan daya tarik wisata tetap dapat dilakukan secara bertahap.
Ia menegaskan pengembangan pariwisata juga tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Kolaborasi dengan pelaku usaha, komunitas, maupun masyarakat dibutuhkan untuk menghadirkan destinasi dan aktivitas wisata yang lebih beragam.
“Diperlukan strategi dan dukungan dari berbagai pihak agar pengembangan wisata tetap berjalan,” ujarnya.
Menurut Dovi, Samarinda membutuhkan lebih banyak alternatif destinasi, ruang publik, maupun kegiatan yang dapat membuat pengunjung memiliki alasan untuk menetap lebih lama di Kota Tepian.
“Kita perlu membuat lebih banyak alternatif sehingga mereka bisa menghabiskan waktu lebih lama di Samarinda,” ucapnya.
Ia menilai konsep tersebut penting karena lama tinggal wisatawan berkaitan langsung dengan besarnya perputaran uang di daerah. Semakin lama wisatawan berada di Samarinda, semakin besar pula potensi pengeluaran untuk hotel, makanan dan minuman, transportasi, belanja hingga kebutuhan wisata lainnya.
Efek tersebut, kata dia, akan ikut dirasakan oleh pelaku usaha lokal dan UMKM.
Selain menambah pilihan destinasi, Dovi menilai promosi juga menjadi bagian penting dalam membangun sektor pariwisata. Potensi yang sudah dimiliki Samarinda perlu dikemas dan diperkenalkan secara konsisten agar mampu menarik lebih banyak pengunjung.
“Jika dikelola secara serius, pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di Samarinda, sekaligus membuka peluang usaha dan meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkasnya.
Dovi berharap pengembangan pariwisata ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dalam strategi pembangunan ekonomi daerah.
Dengan penambahan daya tarik wisata, penguatan promosi serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, Samarinda diharapkan tidak hanya menjadi kota persinggahan, tetapi berkembang menjadi destinasi yang mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak aktivitas ekonominya di Kota Tepian. (Adv)













