BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan memborong tiga penghargaan pada TOP CSR Awards 2026. Perusahaan meraih predikat TOP CSR Awards 2026 Star 5, Medali Platinum, serta TOP Leader on CSR Commitment 2026 yang dianugerahkan kepada Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal.
Predikat Star 5 merupakan kategori tertinggi dalam penilaian TOP CSR Awards yang diberikan kepada perusahaan dengan sistem, kebijakan, dan implementasi program tanggung jawab sosial yang dinilai unggul dan berkelanjutan. Sementara Medali Platinum diberikan atas konsistensi perusahaan mempertahankan predikat tersebut selama beberapa tahun berturut-turut.
Di balik penghargaan tersebut, Pupuk Kaltim dinilai berhasil menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Koperasi Bina Sukses Bontang yang fokus memperkuat kapasitas UMKM lokal. Melalui pendampingan, perluasan akses pasar, hingga penguatan jejaring kemitraan, program ini berhasil meningkatkan daya saing produk pelaku usaha binaan.
Hingga 2025, kapasitas produksi UMKM yang tergabung dalam program tersebut mencapai 468 meter kubik (CBM) per kontainer, dengan produk yang telah dipasarkan ke 12 negara tujuan ekspor.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, mengatakan seluruh program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dirancang untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Bagi Pupuk Kaltim, TJSL bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan secara bersama,” ujar Anggono.
Selain pengembangan UMKM, Pupuk Kaltim juga memperkuat pemberdayaan perempuan melalui Program PKT Serasi. Program ini mendorong perempuan mengembangkan produk olahan bernilai tambah sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Upaya serupa dilakukan melalui Program Cendawan Juara yang memberdayakan ibu rumah tangga, lansia, dan pensiunan melalui budidaya jamur. Program tersebut membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Di sektor kesehatan, perusahaan menjalankan Program PEGALDAS yang fokus pada pencegahan dan penanganan stunting bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bontang. Sedangkan di bidang pendidikan, Pupuk Kaltim menyalurkan beasiswa melalui Program Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan (PKTPP) bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
“Melalui program beasiswa ini, kami berupaya memperluas akses pendidikan untuk menciptakan generasi muda yang lebih kompetitif dan berdaya saing,” kata Anggono.
Komitmen sosial perusahaan juga diperkuat melalui Employee Volunteering Initiation (Evolution), sebuah program yang melibatkan karyawan secara langsung dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Menurut Anggono, seluruh program tersebut disusun berdasarkan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), ISO 26000 Social Responsibility, serta pendekatan Creating Shared Value (CSV) yang menekankan penciptaan nilai bersama antara perusahaan dan masyarakat.
“Program yang dijalankan tidak hanya bertujuan menyelesaikan persoalan sosial yang ada, tetapi juga menciptakan kemandirian dan keberlanjutan bagi para penerima manfaat,” jelasnya.
Keberhasilan menjalankan program sosial tersebut juga ditopang oleh tata kelola perusahaan yang kuat. Pupuk Kaltim mencatat skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 89,37 dan meraih predikat The Most Trusted Company pada ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2025.
Di bidang lingkungan, perusahaan juga mempertahankan penghargaan PROPER Emas selama sembilan tahun berturut-turut sejak 2017 hingga 2025.
Melalui berbagai capaian tersebut, Pupuk Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dampak program pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan lingkungan.
“Komitmen ini akan terus kami perkuat agar perusahaan dapat tumbuh sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan, masyarakat, dan lingkungan,” pungkas Anggono. (Adv)













