TENGGARONG – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal NU Kukar yang digelar bersama Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, di Pendopo Odah Etam, Minggu (6/4). Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga ketertiban serta memperkuat kolaborasi antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Pemerintah Kabupaten Kukar.
Ketua Tanfidziyah NU Kukar, Askin Bahar, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran Bupati Edi Damansyah di tengah kesibukan agenda pemerintahannya. “Alhamdulillah, di momen penuh berkah ini kami dapat bersilaturahmi dengan beliau. Ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Bupati terhadap warga NU, termasuk jajaran pengurus, badan otonom, muslimat, fatayat, hingga Ansor,” ungkap Askin.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1446 Hijriah mewakili seluruh warga NU, seraya menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung seluruh program pemerintah daerah. “Kami siap berkontribusi aktif dan terus menjalin sinergi demi kemajuan daerah dan umat,” tambahnya penuh semangat.
Bupati Edi Damansyah pun merespons dengan apresiasi tinggi terhadap kehadiran dan kontribusi NU di Kukar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf lahir batin kepada seluruh warga Nahdliyin dan menegaskan betapa pentingnya peran NU dalam menjaga harmoni sosial dan spiritual di tengah masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi yang sudah terjalin. Banyak program keagamaan yang kita jalankan bersama, seperti gerakan mengaji, satu desa satu hafidz Qur’an, dan pengiriman Da’i pembangunan ke desa-desa. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara NU dan pemerintah,” tegas Edi.
Lebih dari sekadar seremoni, Halal Bihalal NU Kukar menjadi ruang dialog yang memperkuat kesepahaman dan kebersamaan. Dalam penutupnya, Bupati Edi Damansyah juga mengingatkan seluruh warga NU untuk aktif menggunakan hak pilih dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 19 April 2025 mendatang. “Jangan golput! Gunakan hak pilih kita dengan bijak untuk menentukan masa depan daerah,” ajaknya dengan penuh semangat.
Acara ini tak hanya mempererat ukhuwah islamiyah, tetapi juga memperkuat barisan kebersamaan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta membangun peradaban melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan NU. Tak heran jika Halal Bihalal NU Kukar menjadi simbol persatuan yang memberi harapan positif bagi masyarakat Kutai Kartanegara.













