TENGGARONG — DPRD Kutai Kartanegara memastikan mendukung pengembangan seluruh potensi destinasi wisata yang dibutuhkan daerah. Dukungan itu disampaikan Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani usai wawancara di Ruang Serba Guna DPRD Kukar, Tenggarong, Senin (2/11/2026), yang juga menyoroti evaluasi pengelolaan Pantai Tanah Merah dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
“Kita pastikan DPRD akan mendukung dan berpihak pada pengembangan seluruh potensi destinasi wisata yang dibutuhkan daerah dan memang perlu dikembangkan,” kata Ahmad Yani.
Menurutnya, selama ini banyak keluhan dari pengelola destinasi wisata karena pemerintah dinilai belum sepenuhnya memberikan dukungan, terutama dalam pembangunan infrastruktur kepariwisataan seperti akses jalan, listrik, air bersih, dan jaringan internet.
“Selama ini, banyak keluhan dari pengelola destinasi wisata karena pemerintah dinilai belum sepenuhnya memberikan dukungan, terutama dalam pembangunan infrastruktur kepariwisataan. Misalnya, kebutuhan akses jalan, listrik, air bersih, dan jaringan internet. Semua itu berdampak terhadap pengembangan destinasi wisata,” ujarnya.
Karena itu, ia menyatakan DPRD akan mengupayakan intervensi pemerintah apabila diperlukan untuk mengembangkan destinasi wisata.
“Karena itu, apabila diperlukan intervensi pemerintah untuk mengembangkan destinasi wisata, kita akan mengupayakannya,” jelasnya.
Ahmad Yani menegaskan pengelola harus bertanggung jawab terhadap destinasi wisata yang dikelolanya, baik milik swasta maupun pemerintah. DPRD, katanya, tidak memihak salah satu pihak.
“Pengelola juga harus benar-benar bertanggung jawab terhadap destinasi wisata yang dikelolanya, baik milik swasta maupun pemerintah. DPRD tidak memihak salah satu pihak. Siapa pun pengelolanya, baik swasta maupun pemerintah, tetap kita dukung agar destinasi wisata di Kukar bisa maju, berkembang, dan dinikmati masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, hal terpenting adalah masyarakat yang berwisata merasa senang dan mendapatkan pengalaman yang baik. Karena itu, destinasi wisata harus terus dibenahi dan didukung infrastruktur memadai.
“Intinya, bagaimana masyarakat yang berwisata bisa merasa senang dan mendapatkan pengalaman yang baik. Karena itu, destinasi wisata harus terus dibenahi dan didukung dengan infrastruktur yang memadai,” jelasnya.
Evaluasi PAD Pantai Tanah Merah
Terkait peningkatan PAD Pantai Tanah Merah, Ahmad Yani menegaskan DPRD harus memastikan lebih dahulu apakah ada kebocoran PAD atau faktor lain yang memengaruhi peningkatan pendapatan tersebut.
“Kita harus memastikan terlebih dahulu apakah memang ada kebocoran PAD atau ada faktor lain yang memengaruhi peningkatan pendapatan tersebut,” katanya.
Ia menyebut DPRD akan melakukan evaluasi dan bila perlu berkunjung langsung ke lokasi untuk melihat kondisi pengelolaan.
“Nanti kita akan melakukan evaluasi. Kalau perlu, kita akan berkunjung langsung ke sana untuk melihat kondisi pengelolaannya, apakah selama ini memang terjadi kebocoran atau justru ada biaya operasional yang memengaruhi pendapatan,” ujarnya.
Menurutnya, apabila peningkatan PAD terjadi karena manajemen pengelola saat ini lebih baik dibandingkan sebelumnya, hal itu perlu dinilai secara objektif.
“Kalau ternyata peningkatan PAD terjadi karena manajemen pengelola yang sekarang lebih baik dibandingkan sebelumnya, tentu itu menjadi hal yang perlu kita nilai secara objektif,” jelasnya.
Ahmad Yani menyebut DPRD juga perlu mengetahui kebutuhan apa saja untuk mengembangkan destinasi tersebut.
“Kita perlu melihat mengapa pengelolaan sebelumnya hanya menghasilkan pendapatan yang tidak terlalu besar, sedangkan pengelolaan sekarang bisa meningkat. Kita juga perlu mengetahui kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk mengembangkan destinasi tersebut,” ujarnya.
“Nanti kita akan melihat langsung ke sana. Teman-teman wartawan juga bisa ikut bersama-sama,” pungkasnya. (Adv)













