SAMARINDA – Kecepatan pemerintah menangani gangguan kesehatan dan persoalan kebersihan lingkungan bergantung pada informasi yang diterima dari masyarakat. Karena itu, saluran komunikasi dari tingkat permukiman dinilai perlu diperkuat sebagai bagian dari pencegahan penyakit.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah, mengatakan warga memiliki posisi penting karena mengetahui lebih awal perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
“Masyarakat biasanya menjadi pihak pertama yang mengetahui kondisi tidak biasa, baik lingkungan maupun kesehatan warga,” ujar Harminsyah, Jumat (9/10/2026).
Pengetahuan tersebut, kata dia, akan lebih bermanfaat apabila segera diteruskan kepada pihak yang berwenang. Laporan awal dapat membantu pemerintah maupun tenaga kesehatan menentukan respons sebelum persoalan berkembang lebih luas.
“Kalau informasi dari bawah cepat disampaikan, pemerintah juga bisa lebih cepat bertindak,” katanya.
Harminsyah menilai urusan kesehatan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada fasilitas pelayanan dan aparatur pemerintah. Masyarakat perlu dilibatkan sejak tahap mengenali risiko, menyampaikan laporan, hingga menjalankan langkah pencegahan di lingkungannya.
Untuk membangun alur informasi tersebut, ia mengusulkan keterlibatan ketua RT, kader kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lembaga swadaya masyarakat. Posisi mereka yang dekat dengan kehidupan warga dinilai memudahkan identifikasi persoalan sekaligus penyampaian informasi kepada pemerintah.
“Tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT, kader, dan LSM bisa menjadi sumber informasi awal bagi pemerintah,” tuturnya.
Kelompok tersebut juga dapat mengambil peran dalam menyampaikan edukasi mengenai kebersihan lingkungan dan kebiasaan hidup sehat. Pesan yang disampaikan melalui orang-orang yang telah memperoleh kepercayaan warga dinilai lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Harminsyah menyebut jaringan sosial di lingkungan masyarakat sebenarnya telah terbentuk. Pemerintah tinggal mengoptimalkan perannya dan menghubungkannya dengan program kesehatan yang berjalan.
“Jaringannya sudah ada di masyarakat, tinggal kita kuatkan fungsinya,” tegasnya.
Menurut dia, pelibatan komunitas juga membuat pemerintah lebih memahami karakter persoalan di setiap wilayah. Kebutuhan kesehatan masyarakat tidak selalu sama sehingga kebijakan dan program tidak dapat diterapkan dengan satu pendekatan untuk seluruh kawasan.
“Pendekatan berbasis komunitas membuat program lebih tepat sasaran karena sesuai kondisi di lapangan,” katanya.
Harminsyah mengingatkan agar pemerintah tidak hanya bergerak ketika kasus atau persoalan kesehatan telah muncul. Pemantauan lingkungan dan pelaporan dari masyarakat harus ditempatkan sebagai langkah awal pencegahan.
“Jangan hanya menunggu masalah muncul. Upaya pencegahan harus diperkuat sebelum persoalan meluas,” jelasnya.
Ia menambahkan, fasilitas kesehatan dan kebijakan pemerintah akan berjalan lebih efektif apabila disertai kepedulian warga. Menjaga kebersihan serta melaporkan kondisi yang berisiko merupakan tanggung jawab bersama untuk melindungi kesehatan lingkungan.
“Keberhasilan kesehatan juga ditentukan oleh kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan melaporkan potensi masalah,” pungkasnya. (Adv)













