Tenggarong – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memasuki babak baru dalam kepemimpinan daerahnya. Pada Senin, 30 Juni 2025, momentum bersejarah tercipta melalui prosesi serah terima memori jabatan Bupati Kukar yang berlangsung di halaman Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Tenggarong.
Dalam acara tersebut, Bupati Kukar periode 2020–2025, Edi Damansyah, secara langsung menyerahkan dokumen memori jabatan kepada pasangan pemimpin baru, Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin, yang telah resmi dilantik pada 23 Juni 2025. Serah terima ini menandai berakhirnya era “Kukar Idaman” dan sekaligus membuka lembaran baru kepemimpinan Aulia-Rendi dengan visi “Kukar Idaman Terbaik”.
Dengan didampingi Rendi Solihin, Bupati Aulia menyampaikan apresiasi mendalam atas kinerja dan dedikasi pendahulunya. Menurutnya, Edi Damansyah telah meninggalkan warisan kepemimpinan yang kuat dan berorientasi pada rakyat.
“Pak Edi adalah sosok pemimpin yang bekerja dalam diam, tapi hasilnya nyata. Banyak capaian yang manfaatnya telah dirasakan masyarakat, dan itu akan terus kami lanjutkan,” ujar Aulia dalam sambutannya.
Lebih jauh, Aulia menegaskan bahwa program-program unggulan yang telah dirintis sebelumnya akan mereka sempurnakan. Mereka berkomitmen meneruskan pembangunan berbasis aspirasi rakyat menuju Kukar yang inovatif, berdaya saing, dan mandiri. Komitmen itu tertuang dalam semangat pemerintahan baru bertajuk “Kukar Idaman Terbaik”.
Dalam sambutannya, Rendi Solihin menambahkan bahwa tim Aulia-Rendi akan lebih intens berkomunikasi langsung dengan masyarakat di berbagai kecamatan. Tujuannya tak lain untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran dan dirasakan secara merata.
“Periode ini bukan awal dari nol, tapi kelanjutan dari pondasi kuat yang sudah ada. Aulia-Rendi siap bekerja nyata untuk membawa Kukar ke level yang lebih tinggi,” tegas Rendi.
Sementara itu, Edi Damansyah menuturkan bahwa memori jabatan yang ia serahkan bukan sekadar dokumen formal, melainkan cermin dari perjalanan dua periode kepemimpinannya. Ia menekankan bahwa seluruh program yang digulirkan lahir dari aspirasi masyarakat Kukar sendiri.
“Semua yang kami kerjakan berasal dari rakyat, dirancang bersama rakyat, dan manfaatnya kembali untuk rakyat. Saya percaya, Aulia-Rendi akan melanjutkan ini dengan lebih baik,” kata Edi, penuh keyakinan.
Ia juga menyoroti kemajuan signifikan di berbagai sektor—mulai dari infrastruktur dasar, pelayanan publik, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, sistem pembangunan Kukar sudah berjalan dan kini tinggal dijaga, diperkuat, serta disempurnakan.
“Bila dikelola konsisten dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, Kukar akan menjadi kabupaten yang diperhitungkan secara nasional,” pungkas Edi.
Acara serah terima itu berlangsung khidmat namun tetap mengalir hangat. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, seorang siswi SDN 029 Samboja, Rabiatul Adawiyah, membacakan puisi bertajuk “Ada Seorang Ayah” yang mengundang haru para undangan. Tak lama setelahnya, video dokumenter menayangkan jejak pembangunan Kukar selama masa jabatan Edi Damansyah.
Pada akhir acara, para unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Sekda, para kepala OPD, camat, lurah, hingga perwakilan perusahaan dan warga turut memberikan cenderamata sebagai bentuk penghargaan kepada Busu Edi dan Emek.
Kini, tongkat estafet kepemimpinan telah berpindah tangan. Dengan semangat baru dan landasan yang kokoh, Aulia-Rendi siap menggerakkan roda pemerintahan untuk mewujudkan Kukar Idaman Terbaik demi kesejahteraan seluruh masyarakat Kutai Kartanegara.












