Samarinda — Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) sekaligus Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis, melaksanakan kegiatan pembagian bibit pohon kepada warga Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Jumat (2/1/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tajuk Merawat Pertiwi: “Hijaukan Pertiwi, Tumbuhkan Sejuta Harapan”, sebagai bagian dari kolaborasi Pemerintah Provinsi Kaltim, DPRD Kaltim, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Dalam penyampaiannya, Ananda menjelaskan bahwa bibit yang dibagikan merupakan tanaman buah-buahan seperti mangga, jeruk, kelengkeng, hingga durian. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat, tidak hanya dalam menanam, tetapi juga merawat dan menjaga pohon-pohon tersebut.
“Kita minta warga yang hadir ini berkolaborasi. Mereka bisa tanam, rawat, dan jaga. Karena manfaatnya banyak untuk kita semua,” ujar Ananda.
Menurutnya, manfaat penanaman pohon dapat dirasakan secara langsung oleh warga yang menanam, sekaligus berdampak luas bagi lingkungan. Secara mikro, pohon buah dapat dikonsumsi sendiri atau dijual untuk menunjang ekonomi warga. Sementara secara ekologis, keberadaan pohon mampu menciptakan lingkungan yang lebih rindang dan kualitas udara yang lebih baik.
Ananda juga menyebut kegiatan semacam ini merupakan arahan langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar kader dan simpatisan partai terus berperan aktif dalam merawat lingkungan.
“Kalau bukan kita yang merawat pertiwi, kasihan anak cucu kita. Kita lihat beberapa daerah seperti Aceh, Jawa Tengah, sampai Bali yang mengalami bencana banjir. Artinya kondisi lingkungan harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, pada tahun ini kolaborasi penanaman pohon di Samarinda telah mencapai 88.050 bibit pohon, dan diharapkan jumlah tersebut terus bertambah ke depan. Ananda juga berharap program ini tidak hanya menyasar pekarangan rumah warga, tetapi diperluas hingga kelompok tani.
Sementara itu, Camat Samarinda Ilir, La Uje, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyebutnya sebagai program multifungsi yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan ketahanan pangan.
“Pertama jelas menjaga lingkungan dengan menanam pohon. Kedua, bibit pohon buah ini mendukung ketahanan pangan karena buah itu sehat dan bisa dijual jika ada hasilnya,” ujarnya.
La Uje berharap program serupa dapat berkelanjutan dan dikembangkan dengan jenis bibit lain, seperti sayuran, agar pemanfaatan lahan di wilayah Samarinda Ilir semakin optimal.
“Harapan kami, program ini jangan berhenti sampai di sini. Setiap lahan bisa kita maksimalkan agar ditanami pohon,” tambahnya.
Antusiasme juga datang dari warga setempat. Margaretha, warga Kelurahan Selili yang juga Ketua Posyandu setempat, mengaku senang dengan adanya pembagian bibit pohon buah tersebut.
“Kami senang sekali. Bibit ini bisa kami tanam di rumah, kebetulan saya punya lahan. Jadi sangat bermanfaat,” katanya.
Ia menilai, selain mampu mengurangi dampak panas di lingkungan sekitar rumah, tanaman buah juga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga dan memberikan nilai ekonomi tambahan jika hasil panen berlebih. (Mujahid)












