Tenggarong – DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi menetapkan hasil Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar 2024 dan melantik pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk masa jabatan 2025-2030. Rapat paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD ini menjadi momen penting bagi pemerintahan Kukar yang memasuki fase baru setelah proses demokrasi yang cukup menantang.
Plt Ketua DPRD Kukar, Junadi, memimpin jalannya rapat yang turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat dan agama. Sekda Kukar, H. Sunggono, mewakili Bupati Edi Damansyah menyampaikan sambutan yang penuh harapan. Ia menekankan bahwa proses pengukuhan Bupati dan Wakil Bupati ini bukan sekadar formalitas, melainkan tonggak awal kerja nyata untuk membangun Kukar yang lebih maju dan sejahtera.
“Penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih ini menjadi bukti bahwa demokrasi berjalan dengan baik di Kukar. Kini, saatnya semua elemen bersinergi membangun daerah demi kemaslahatan rakyat,” tegasnya.
Pasangan terpilih, Dr. Aulia Rahman Basri dan H. Rendi Solihin, menyambut baik pengesahan ini dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab besar. Mereka mengaku bangga bisa menjadi bagian dari sejarah politik Kukar yang menyaksikan dua kali pelaksanaan pilkada dan PSU yang cukup memakan energi. Namun, semangat mereka tetap menyala demi mewujudkan janji kepada masyarakat.
Dalam pidatonya, Aulia mengajak seluruh warga Kukar untuk bersatu padu. “Kini, kita harus melangkah bersama tanpa memandang perbedaan. Bupati dan Wakil Bupati bukan hanya pemimpin, tapi juga pelayan rakyat yang harus mendengarkan dan menjawab harapan semua kalangan,” ujarnya.
Lebih jauh, pasangan ini berjanji akan merangkul semua pihak dan memastikan program pembangunan berjalan inklusif, transparan, dan tepat sasaran. Mereka percaya dengan dukungan DPRD dan seluruh lapisan masyarakat, Kukar akan mencapai kemajuan yang signifikan selama lima tahun ke depan.
Acara pelantikan ini dihadiri pula oleh perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa, serta berbagai tokoh penting yang menyaksikan langsung momentum bersejarah tersebut.












