BONTANG – Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya dirasakan melalui kerusakan lingkungan, tetapi juga penurunan kualitas udara yang dapat mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat. Untuk membantu mengurangi dampak tersebut, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyalurkan 76.400 masker ke sejumlah wilayah terdampak Karhutla di Sumatra, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Bantuan tersebut disalurkan melalui sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Pendistribusian dilakukan secara terkoordinasi agar masker dapat menjangkau masyarakat di wilayah yang membutuhkan perlindungan dari paparan asap.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam menangani dampak Karhutla secara terpadu.
Menurut Anggono, penanganan Karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api. Dampak lanjutan berupa asap dan partikulat juga perlu menjadi perhatian karena dapat menurunkan kualitas udara di wilayah terdampak.
“Karhutla tidak hanya berbicara kebakaran dan pemadaman, tapi juga dampak bagi masyarakat seperti penurunan kualitas udara. Untuk itu, dukungan perlindungan kesehatan menjadi hal penting bagi masyarakat terdampak,” ujar Anggono, Jumat (11/9/2026).
Dari total 76.400 masker yang disalurkan, sebanyak 25.000 masker dikirim melalui Kantor Wilayah III Kementerian Lingkungan Hidup di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Selanjutnya, 21.400 masker disalurkan melalui Kantor Kementerian Lingkungan Hidup Wilayah II di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Adapun 30.000 masker lainnya diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta untuk kemudian didistribusikan ke wilayah Sumatra yang terdampak Karhutla.
Anggono berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah, terutama untuk membantu mengurangi paparan asap selama kondisi kualitas udara terdampak Karhutla.
“Kami harap bantuan masker ini bisa dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” tandasnya.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, mengatakan dukungan terhadap penanganan Karhutla merupakan bagian dari kontribusi perusahaan sesuai kapasitas dan sumber daya yang dimiliki. Dukungan tersebut dapat dilakukan baik dalam kondisi darurat maupun melalui langkah pencegahan dan peningkatan kesiapsiagaan.
Respons Pupuk Kaltim terhadap Karhutla sebelumnya juga dilakukan di Kota Bontang. Perusahaan membuka akses pengisian air selama 24 jam bagi armada pemadam kebakaran yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Dua titik pengisian air disiapkan untuk mendukung kebutuhan armada pemadam sekaligus membantu kelancaran proses penanganan kebakaran. Selain itu, Pupuk Kaltim menyalurkan 1.400 masker kepada masyarakat terdampak dan menyediakan extra fooding bagi petugas yang bertugas di lapangan.
Rafli mengatakan berbagai dukungan tersebut merupakan upaya perusahaan untuk merespons Karhutla secara menyeluruh, tidak hanya melalui dukungan terhadap proses pemadaman, tetapi juga dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan petugas.
“Dukungan ini pun kami perluas melalui bantuan kali ini, sehingga penanganan Karhutla bisa berjalan beriringan dengan antisipasi dampak kesehatan di masyarakat,” kata Rafli.
Ke depan, Pupuk Kaltim akan menyesuaikan bentuk dukungan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Penanganan keadaan darurat akan berjalan bersama upaya preventif dan berkelanjutan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Rafli menegaskan bahwa pencegahan tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman Karhutla. Namun, ketika kebakaran terjadi, respons cepat untuk menangani dampak terhadap masyarakat dan lingkungan juga diperlukan.
“Paling utama tentu bagaimana kita mencegah terjadinya kebakaran. Namun saat kondisi itu terjadi dan butuh penanganan, Pupuk Kaltim siap memberikan dukungan optimal sesuai kebutuhan di lapangan,” tegas Rafli Yandra.











