Pojokborneo.com – Ekonomi Penajam Paser Utara (PPU) 2023 menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 17,25 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp 9,65 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan 29,85 persen dibandingkan 2022. Dengan berbagai potensi yang dimiliki, optimistis bahwa ekonomi PPU diprediksi terus tumbuh di tahun 2024 ini.
Optimisme pertumbuhan ekonomi di Bumi Daya Taka PPU ini mengemuka dari diskusi Kaltim Post dengan Dhofir, staf Neraca dan Analisis, dan Tim Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) PPU Sanjaya, di Kantor BPS PPU, Senin (25/3). Mereka mengatakan, optimistis tersebut didasarkan kepada pertumbuhan ekonomi didorong sektor konstruksi dan peningkatan pada komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 27,78 persen.
Mereka mengungkapkan, dari sisi produksi, struktur perekonomian PPU 2023 didominasi oleh lapangan usaha konstruksi (25,14 persen), pertambangan dan penggalian (23,24 persen), pertanian, kehutanan, dan perikanan (12,71 persen). Prospek pembangunan IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku, PPU yang akan meningkatkan investasi dan lapangan kerja di PPU, dan meningkatnya produksi dan harga komoditas utama seperti batu bara dan minyak kelapa sawit, menjadi faktor peningkatan ekonomi di daerah ini. “Dengan berbagai potensi yang dimiliki, kami optimistis bahwa ekonomi PPU akan terus tumbuh di tahun 2024,” kata Dhofir dan Sanjaya.
Sementara data yang dipublikasikan BPS PPU bahwa ekonomi PPU selama 2023 mengalami pertumbuhan yang tinggi. Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan nilai tambah sebesar 29,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mengalami percepatan dibandingkan tahun sebelumnya dan merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, setelah sebelumnya tumbuh sebesar 14,49 persen. Pertumbuhan ekonomi pada 2023 ini didorong oleh capaian kinerja yang positif pada seluruh lapangan usaha. Tiga lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu lapangan usaha konstruksi sebesar 110,42 persen; lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 15,97 persen; dan lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 13,93 persen.
Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai lapangan usaha dengan kontributor terbesar ketiga PPU mengalami pertumbuhan sebesar 0,86 persen. Struktur PDRB PPU menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku didominasi oleh konstruksi. Lapangan usaha konstruksi mendominasi perekonomian PPU sebesar 40,32 persen; diikuti oleh pertambangan dan penggalian sebesar 17,02 persen; pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,25 persen; dan industri pengolahan sebesar 10,23 persen. Hal ini seiring dengan meningkatnya kinerja seluruh lapangan usaha yang memiliki andil positif terkuat adalah lapangan usaha konstruksi sebesar 24,93 persen. Lapangan usaha ini memiliki andil positif yang selalu meningkat setiap tahunnya dan peningkatan yang cukup tinggi terjadi pada satu tahun terakhir ini.












