AdvertorialDiskominfo KukarKukar

Disdikbud Kukar Dorong Penguatan PAUD Berkelanjutan Melalui Jambore dan Mubes 2025

×

Disdikbud Kukar Dorong Penguatan PAUD Berkelanjutan Melalui Jambore dan Mubes 2025

Sebarkan artikel ini
Disdikbud Kukar Dorong Penguatan PAUD Berkelanjutan Melalui Jambore dan Mubes 2025
Disdikbud Kukar Dorong Penguatan PAUD Berkelanjutan Melalui Jambore dan Mubes 2025

Tenggarong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat pendidikan anak usia dini (PAUD) secara berkelanjutan. Hal ini ditegaskan melalui penyelenggaraan Jambore dan Mubes 2025, yang berlangsung selama tiga hari penuh di Landasan Pesawat Kecamatan Kota Bangun.

Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno, secara resmi menutup kegiatan tersebut pada Sabtu (29/6/2025). Ia menyampaikan bahwa Jambore dan Mubes 2025 menjadi ruang strategis untuk mengembangkan kualitas layanan PAUD serta memperkuat peran Bunda PAUD di seluruh jenjang pemerintahan.

“Lewat forum ini, kami ingin memperluas jaringan kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan anak usia dini. Kolaborasi yang baik akan memacu inovasi dan mendorong peningkatan mutu pengajaran di satuan PAUD,” ujar Joko.

PAUD Sebagai Fondasi Masa Depan Anak Kukar

Joko menekankan pentingnya mewujudkan wajib belajar 13 tahun, termasuk minimal satu tahun di PAUD, sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak Kukar. Menurutnya, Jambore dan Mubes 2025 telah memberikan ruang bagi para pelaku pendidikan untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan merumuskan langkah-langkah konkret dalam penguatan PAUD.

“Kegiatan ini lebih dari sekadar ajang temu. Ini adalah panggung besar bagi Bunda PAUD, guru, dan tenaga kependidikan untuk menyuarakan kebutuhan, menyusun strategi, dan memperkuat jaringan informasi yang saling menguntungkan,” tambahnya.

Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci

Salah satu pesan utama dalam penutupan Jambore dan Mubes 2025 adalah pentingnya sinergi antara pemerintah, Bunda PAUD, serta organisasi profesi. Joko mendorong agar kemitraan tidak berhenti setelah acara, melainkan terus berlanjut dalam bentuk kerja sama pelatihan, pengembangan modul, dan advokasi kebijakan pendidikan.

“Inovasi dalam metode belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan karakter anak perlu terus dikembangkan. Kita harus menciptakan ruang belajar yang tidak hanya mendidik, tapi juga memanusiakan anak-anak sejak usia dini,” tegasnya.

Loa Janan Jadi Teladan, Raih Juara Umum

Dalam momentum penutupan, Kecamatan Loa Janan berhasil membawa pulang piala juara umum sebagai apresiasi atas partisipasi aktif dan kinerja terbaik dalam berbagai kegiatan. Penyerahan piagam kepada pemenang lainnya menandai akhir kegiatan sekaligus menjadi motivasi untuk terus berkembang.