TENGGARONG – Semangat memperkenalkan warisan budaya lokal terus dikobarkan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kutai Kartanegara. Setelah tampil gemilang dalam Gala Dinner perayaan HUT Dekranas ke-45 se-Indonesia di Balikpapan, kini Dekranasda Kukar kembali menunjukkan taringnya di panggung nasional. Kali ini, panggung bergengsi Jogja Fashion Trend 2025 menjadi ajang unjuk gigi berikutnya.
Festival yang berlangsung pada 13 Juli 2025 di The Rich Hotel Yogyakarta, Jalan Magelang, ini menghadirkan desainer dari berbagai penjuru tanah air. Dekranasda Kukar pun tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk memamerkan pesona Batik Melayu Kutai yang sarat makna budaya.
Dalam pergelaran ini, Dekranasda Kukar mengangkat tema khas “Icon Kota Raja”. Koleksi yang dipamerkan adalah karya rancangan Imam Mardioto, mantan Kepala Bagian Perindustrian Disperindag Kukar, yang kini dikenal luas sebagai desainer batik etnik berbasis budaya lokal. Ia menghadirkan delapan outfit pria berkonsep ready to wear dengan warna-warna elegan seperti merah marun, hitam, oranye, dan ungu muda.
“Alhamdulillah, Dekranasda Kukar konsisten hadir di berbagai event nasional. Kami ingin terus mengenalkan motif-motif khas Batik Melayu Kutai ke panggung yang lebih luas,” ungkap Sayyid Fatullah, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar, saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (16/7).
Partisipasi ini bukan hanya soal tren fashion, melainkan bagian dari upaya promosi budaya sekaligus pembuktian bahwa karya daerah mampu bersaing di tingkat nasional. Tak hanya menampilkan desain berkualitas, keikutsertaan ini juga memperkuat eksistensi pelaku UMKM Kukar di kancah industri kreatif.
Festival Jogja Fashion Trend 2025 menjadi ajang yang strategis untuk menumbuhkan jejaring antar desainer, pelaku industri tekstil, dan pegiat ekonomi kreatif lainnya. Melalui kolaborasi seperti ini, harapannya Batik Melayu Kutai semakin dikenal dan dicintai masyarakat luas.












