Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun infrastruktur yang merata, terutama di wilayah pedalaman. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, langsung turun ke lapangan untuk meninjau progres pembangunan Jalan Poros Hulu Mahakam, khususnya di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Kenohan, dan Kembang Janggut, pada Kamis hingga Jumat (3–4 Juli 2025).
Peninjauan dimulai dari Jalan Poros Desa Sebelimbingan di Kota Bangun, dilanjutkan ke Jalan Poros Simpang Tiga Desa Tuana Tuha di Kenohan, dan berakhir di Jalan Poros Kelekat wilayah Kembang Janggut. Lokasi-lokasi ini merupakan titik penting dalam penghubung jalur antarkecamatan yang masuk dalam proyek strategis Pemkab Kukar.
“Kami sudah melihat langsung pengerjaan yang sedang berlangsung. Tahun ini, sekitar 5 kilometer jalan sudah selesai dikerjakan, dan sisanya sepanjang 8 kilometer akan dituntaskan tahun depan,” ujar Bupati Aulia saat ditemui usai kegiatan.
Dengan progres tersebut, Pemkab Kukar menargetkan bahwa pembangunan Jalan Poros Hulu Mahakam akan rampung sepenuhnya paling lambat tahun 2026. Aulia menekankan bahwa pembangunan ini merupakan upaya nyata untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat di daerah hulu.
“Keinginan kami sederhana tapi penting: masyarakat bisa menikmati jalan ini dengan nyaman dan aman. Jalan ini bukan lagi jadi keluhan utama warga,” ungkap Aulia penuh harap.
Tak hanya fokus pada pembangunan baru, Pemkab Kukar juga memperhatikan aspek pemeliharaan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar, Wiyono, menjelaskan bahwa Bupati meminta pihaknya untuk memprioritaskan titik-titik jalan yang mengalami kerusakan, seperti lubang dan gelombang yang bisa membahayakan pengguna jalan.
“Meski anggaran terbatas, kami tetap harus sigap. Titik-titik berlubang harus segera ditambal dan bagian jalan yang rusak harus diperbaiki agar fungsinya optimal,” jelas Wiyono.
Pembangunan Jalan Poros Hulu Mahakam dinilai sangat strategis karena menghubungkan beberapa kecamatan yang sebelumnya cukup terisolasi. Dengan selesainya proyek ini, akan ada peningkatan signifikan dalam distribusi barang, akses pelayanan publik, dan mobilitas warga di kawasan Hulu Mahakam.
Ke depan, Pemkab Kukar berharap masyarakat dapat terus mendukung dan menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Dengan begitu, dampak positif dari pembangunan ini bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat.












