TENGGARONG – Di hadapan ratusan jamaah, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menyampaikan apresiasi mendalam terhadap peran aktif Majelis Taklim Tenggarong dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat. Kegiatan silaturahmi yang digelar di Pendopo Odah Etam, Rabu (7/4), menjadi panggung untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para penggerak dakwah, khususnya dalam upaya mendorong semangat hafalan Al-Qur’an.
Sekitar 750 peserta hadir dari berbagai majelis taklim di Kecamatan Tenggarong dan Loa Kulu, termasuk kelompok Sholawat Burdah serta sejumlah organisasi perempuan. Momen ini menjadi ajang penguatan semangat dan pertukaran gagasan demi kemajuan program keagamaan berbasis masyarakat.
“Peran ibu-ibu Majelis Taklim Tenggarong sangat penting. Mereka bukan hanya menjaga tradisi pengajian, tapi juga membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an,” ujar Bupati Edi dalam sambutannya.
Dukungan Program: Dari Hafalan hingga Infrastruktur
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Edi tak hanya menyampaikan dukungan secara lisan. Ia juga membawa berbagai bantuan nyata, mulai dari 12 unit speaker aktif untuk majelis taklim, 75 mukena, 200 buku Yasin, hingga program khitanan massal gratis yang diperuntukkan bagi anak-anak pengurus majelis.
Bantuan ini, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk menguatkan peran kelompok keagamaan. Ia menekankan bahwa Gerakan Etam Mengaji tidak berhenti pada target hafalan semata, melainkan membangun budaya belajar Al-Qur’an yang terus berkelanjutan.
“Tidak semua harus hafal 30 juz. Kalau anak kampung bisa hafal 10 juz dengan bimbingan guru ngaji di desanya, itu sudah luar biasa. Yang terpenting, semangat belajar terus hidup,” tambahnya.
Gerakan Etam Mengaji Jadi Pilar Pendidikan Spiritual
Bupati juga menjelaskan bahwa program Gerakan Etam Mengaji merupakan bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia bidang keagamaan. Ia menyebut, banyak santri dari daerah pelosok yang kini telah menunjukkan prestasi luar biasa, termasuk seorang anak dari Desa Sambera, Kecamatan Marangkayu, yang telah berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an.
“Ini adalah bukti bahwa gerakan ini berjalan. Dan kami hadir untuk memperkuat, bukan mengambil alih. Kegiatan belajar mengaji sudah dilakukan oleh masyarakat, tinggal kami fasilitasi dan dorong lebih kuat,” jelasnya.
Program-program seperti bantuan dana Rp25 juta untuk majelis taklim, insentif guru ngaji, hingga umroh gratis, merupakan bentuk konkret dari kebijakan Pemkab Kukar yang berpihak pada pembinaan umat.
Membangun Kesadaran Kolektif Belajar Al-Qur’an
Dalam suasana yang penuh inspirasi itu, Bupati Edi juga berpesan agar setiap orang, tanpa memandang usia, terus semangat belajar. “Umur boleh menua, tapi semangat mengaji harus muda,” katanya menyemangati peserta yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu pengajian.
Ia pun mengajak seluruh majelis taklim untuk menjadi motor penggerak di lingkungan masing-masing. “Kalau Majelis Taklim Tenggarong bisa menjadi pusat kegiatan keagamaan yang aktif, saya yakin nilai-nilai Islam akan semakin mengakar kuat di tengah masyarakat,” tegasnya.
Silaturahmi ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat melahirkan program-program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh akar kehidupan spiritual warga Kukar.












