Politik

Bangun Demokrasi Bersih dan Human Security, Baharuddin Demmu Gaungkan Kesadaran Politik Warga Negara

×

Bangun Demokrasi Bersih dan Human Security, Baharuddin Demmu Gaungkan Kesadaran Politik Warga Negara

Sebarkan artikel ini

Kukar – Upaya memperkuat demokrasi berbasis nilai hak asasi manusia terus dilakukan di Kalimantan Timur. Salah satunya melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-4 yang sukses digelar oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Baharuddin Demmu, di Desa Bunga Jadi, Muara Kaman, Kukar, pada Sabtu (26/04/25).

Acara ini menghadirkan dua narasumber penting, yaitu Ahmad Firdaus Kurniawan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, serta Haris Retno Susmiyati, akademisi hukum dari Universitas Mulawarman.

Dalam sambutannya, Baharuddin Demmu mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan kekuatan hak pilihnya dan menolak segala bentuk politik uang serta tekanan dari pihak tertentu.

“Kalau kita ingin demokrasi kita sehat, maka jangan pernah tukar suara dengan uang. Demokrasi itu tentang suara rakyat, bukan transaksi,” tegas Baharuddin.

Ia menambahkan, membiarkan politik uang berkembang sama saja dengan menggerogoti pondasi pembangunan daerah, termasuk kesejahteraan di Kukar.

Salah satu materi penting dalam kegiatan ini adalah pengenalan konsep human security, yang disampaikan oleh Ahmad Firdaus Kurniawan. Ia menjelaskan bahwa keamanan manusia tidak hanya berkaitan dengan bebas dari ancaman kekerasan, tetapi juga terpenuhinya hak-hak dasar, seperti akses terhadap kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial.

“Negara wajib hadir untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal. DPRD harus melahirkan kebijakan berbasis kebutuhan riil masyarakat,” ujar Firdaus.

Sementara itu, Haris Retno Susmiyati memperdalam pemahaman peserta dengan menguraikan bentuk-bentuk implementasi human security dalam berbagai sektor. Ia menyebutkan bahwa dalam dunia modern, ancaman terhadap keamanan manusia bisa muncul dari ketidakadilan ekonomi, kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, hingga layanan kesehatan yang buruk.

“Ketahanan masyarakat itu pondasi negara kuat. Tanpa human security, demokrasi hanyalah simbolik,” ujar Haris Retno dalam diskusinya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menjadi forum interaktif bagi warga Bunga Jadi untuk mengajukan pertanyaan dan menyuarakan berbagai aspirasi mereka. Antusiasme peserta mencerminkan betapa pentingnya kegiatan semacam ini dalam membangun kesadaran kolektif mengenai demokrasi yang sehat dan berkeadilan sosial.

Melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ini, Baharuddin Demmu menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil di tingkat legislatif. Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat Kukar untuk lebih kritis dalam mengawal jalannya pemerintahan, sekaligus aktif memperjuangkan hak-hak mereka dalam berbagai aspek kehidupan.

Dengan mengedepankan nilai human security dan memerangi politik uang, Kukar diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun demokrasi yang tidak hanya prosedural, tetapi juga substansial — demokrasi yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyatnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *