Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara resmi mematok arah pembangunan jangka panjang melalui dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kukar 2025–2045. Dalam Rapat Paripurna ke-15 yang digelar di ruang Sidang Utama DPRD Kukar, Senin (30/6/2025), Bupati terpilih dr. Aulia Rahman Basri bersama Wakilnya, H. Rendi Solihin, secara aktif memaparkan visi dan misi program unggulan mereka bertajuk “Kukar Idaman Terbaik”.
Dalam pemaparannya, dr. Aulia menegaskan bahwa arah pembangunan Kukar ke depan harus berjalan konsisten, bertahap, dan berkelanjutan. Karena itu, ia dan Rendi Solihin berkomitmen menjadikan RPJPD Kukar sebagai fondasi utama. Dokumen tersebut telah disahkan melalui Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2024 dan menjadi peta jalan pembangunan daerah hingga 2045.
“RPJPD Kukar 2025–2045 membawa visi besar yaitu ‘Kutai Kartanegara Maju, Tangguh, Berbudaya’. Visi ini menyasar transformasi daerah menjadi pusat pangan, pariwisata, industri hijau yang sejahtera dan berkelanjutan,” jelas Aulia dengan penuh keyakinan.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa periode 2025–2030 akan difokuskan pada penguatan fondasi transformasi ekonomi, sosial, serta tata kelola pemerintahan. Karena itulah filosofi “Kukar Idaman Terbaik” dipilih sebagai arah utama, demi menjaga kesinambungan pembangunan dari periode kepemimpinan sebelumnya.
“Kami tidak memulai dari nol. Kami melanjutkan dan mengembangkan capaian luar biasa yang telah dibangun oleh Bupati Drs. Edi Damansyah dan Wakil Bupati H. Rendi Solihin pada periode sebelumnya,” ujar Aulia sembari menyampaikan apresiasi mendalam atas kepemimpinan terdahulu.
Visi Kukar 2025–2030 yang dikemas dalam semangat “Kukar Idaman Terbaik” menyasar tiga pilar penting: kemajuan daerah, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. Untuk mencapainya, pasangan Aulia–Rendi telah merancang lima misi utama yang akan menjadi arah kebijakan pemerintahan mereka.
Kelima misi tersebut mencakup:
-
Pemerataan layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
-
Pengembangan hilirisasi sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif berbasis non-ekstraktif.
-
Peningkatan tata kelola pemerintahan serta profesionalisme ASN.
-
Pendidikan karakter dan pelestarian lingkungan dengan pendekatan kearifan lokal.
-
Pembangunan kewilayahan yang merata dan berkeadilan.
Untuk mengakselerasi capaian misi tersebut, Aulia dan Rendi merancang 17 Program Dedikasi. Program-program ini dirancang sebagai pemicu perubahan nyata dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan tata kelola. Beberapa di antaranya adalah Program Makan Bergizi Gratis untuk Balita dan Lansia, Program Beasiswa dan Subsidi Pendidikan, serta Program Internet Desa Gratis. Seluruh program tersebut dirancang agar sejalan dengan arah pembangunan dalam RPJPD Kukar.
Program-program lainnya juga menyentuh pemberdayaan petani, nelayan, hingga guru ngaji, serta memperkuat pelestarian budaya dan lingkungan. Hal ini menunjukkan betapa pemerintahan Aulia–Rendi tak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada aspek sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Kukar.
Dengan berpedoman pada RPJPD Kukar, pasangan pemimpin ini optimis dapat menghadirkan pembangunan yang inklusif, terukur, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Visi “Kukar Idaman Terbaik” tak hanya menjadi slogan, tetapi dirancang sebagai strategi pembangunan jangka panjang yang menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat Kutai Kartanegara.












