AdvertorialDiskominfo KukarKukar

Tak Direhab, Jembatan Besi Tenggarong Dilestarikan! Pembangunan Jembatan Baru Segera Dimulai

×

Tak Direhab, Jembatan Besi Tenggarong Dilestarikan! Pembangunan Jembatan Baru Segera Dimulai

Sebarkan artikel ini
Tak Direhab, Jembatan Besi Tenggarong Dilestarikan! Pembangunan Jembatan Baru Segera Dimulai
Tak Direhab, Jembatan Besi Tenggarong Dilestarikan! Pembangunan Jembatan Baru Segera Dimulai

Tenggarong – Komitmen kuat Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah dalam menjaga warisan sejarah kembali dibuktikan. Pemerintah Kabupaten Kukar memutuskan untuk tidak merehabilitasi Jembatan Besi Tenggarong demi mempertahankan keasliannya sebagai cagar budaya. Sebagai solusi kebutuhan infrastruktur, pembangunan jembatan baru pun akan segera dimulai.

“Keputusan ini kami ambil berdasarkan hasil kajian yang matang dan masukan dari masyarakat serta para budayawan. Jembatan Besi Tenggarong akan tetap dilestarikan tanpa perubahan struktur,” ujar Bupati Edi Damansyah saat melakukan peninjauan ke lokasi, Jumat (18/4/25) pagi.

Alih-alih melakukan rehabilitasi yang berpotensi mengubah nilai historis jembatan, Pemkab Kukar akan membangun jembatan baru yang menghubungkan Jl. Danau Semayang dan Jl. Monumen Barat. Langkah ini diambil untuk mengatasi kebutuhan lalu lintas yang kian meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan.

Masyarakat dan Pemerintah Bersatu Lestarikan Jembatan Bersejarah

Dalam kesempatan itu, Edi Damansyah memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang telah aktif mengawal pelestarian Jembatan Besi Tenggarong. Ia juga memuji kerja keras Dinas Pekerjaan Umum Kukar yang telah menyusun perencanaan teknis dengan matang, serta melibatkan berbagai pihak dalam setiap tahapannya.

“Kami ingin pembangunan jembatan baru ini dipercepat. Tidak ada proses bongkar-membongkar, sehingga pengerjaan bisa segera tuntas,” tegas Edi.

Bupati juga berharap doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan jembatan baru berjalan lancar dan sesuai dengan rencana. Infrastruktur ini diharapkan akan memberikan akses yang lebih mudah menuju Masjid Agung dan Masjid Jami, seperti yang telah lama diusulkan oleh warga.

Pembangunan Baru Tanpa Melupakan Sejarah

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menjelaskan bahwa jembatan baru sangat dibutuhkan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi. Menurutnya, indikator utama pembangunan adalah aspek keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Jembatan Besi Tenggarong akan tetap berdiri sebagai simbol sejarah kita. Sedangkan jembatan baru akan menjadi solusi kebutuhan mobilitas modern masyarakat,” tutur Wiyono.

Dengan langkah ini, Pemkab Kukar berhasil menunjukkan bahwa membangun masa depan tidak berarti harus mengorbankan sejarah. Jembatan Besi Tenggarong akan terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas daerah, sementara pembangunan jembatan baru akan membawa kemajuan dalam layanan transportasi.